Jumat, 11 Maret 2011

5 cm :)

Lima sahabat telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Kegemaran mereka adalah mengeksekusi hal-hal yang tidak mungkin dan mencoba segala hal, mulai dari kafe paling terkenal di Jakarta, sampai nonton layar tancap. Semuanya penggemar film, dari film Hollywood sampai film yang nggak jelas-kecuali film India karena mereka punya prinsip bahwa semua persoalan di dunia atau masalah pasti ada jalan keluarnya, tapi bukan dalam bentuk joget. Suatu saat, karena terdorong oleh rasa bosan di antara satu dan yang lain, mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah itulah telah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya
Potongan sinopsis (sinopsis aslinya lebih panjang lagi) yang ada di back cover 5 cm, sebuah novel tentang persahabatan, cinta, dan kehidupan. Di dalamnya juga terselip tema nasionalisme dan patriotisme.

Tokoh-tokoh
Ada 5 tokoh utama yang berada dalam lingkaran sahabat seperti yang ditulis sinopsis. Ada Arial yang sering dijuluki ‘Rambo‘ atau ‘Hercules‘ atau julukan macho lainnya. Cowok yang penampilannya paling oke di antara teman-temannya. Arial ini orang yang paling taat aturan diantara mereka berlima. Saking taatnya sampe kelihatan komikal. Dia berhenti merokok gara-gara banyak tempat yang dipasangin larangan “Dilarang Merokok“. Dan karena dia orang yang taat aturan, larangan-larangan ini bikin stress sampe akhirnya dia berhenti merokok. Si ‘rambo‘ ini kalo lagi ngomong sama orang juga suka datar. Terutama kalo sama orang di luar keluarga dan sahabatnya. Cuma ngomong satu dua patah kata. Kadang-kadang bikin males sendiri ngomong sama cowok yang satu ini. Di mana lagi ada orang yang ngomong “Halo selamat sore… kediaman Bapak Arianto dan Ibu Arini, Arial, dan Dinda. Ada yang bisa saya bantu ?“, pas angkat telepon. Oh yea, Dinda itu adiknya Arial.
Riani, satu-satunya cewek di kelompok lima sekawan ini. Berkacamata, cantik, cerdas, punya ambisi jadi kerja di stasiun TV. Cerewet, ga mau kalah, bawa organizer ke mana-mana, dan masih jomblo.
Zafran, cowok kurus vokalis band. Orangnya agak-agak ‘gila’ dan suka bikin puisi. Penyair yang satu ini kuliah jurusan Desain. Idealis, suka sama band yang nama band dan vokalisnya keren. Paling ‘ga waras’ di antara yang lainnya. Apa adanya, suka loncat-loncat kalo lagi seneng dan temen-temennya ga keburu megangin. Agak-agak narsis, sok keren dan punya bakat jadi orang terkenal.
Ian, cowok paling badannya paling subur di antara mereka. Gila bola, pecinta Manchester United dan suka main game walaupun cuma yang berhubungan ama sepak bola. Paling banyak hartanya kalo diukur dari film-film pr0n yang dia punya. Mungkin juga gara-gara itu otaknya jadi terganggu soalnya sering ngomong ama komputer sendiri. Botak plontos tapi sering keramas. “You can put it anywhere…” jadi quote favorit-nya di film Emanuelle (moga-moga pada tau Emanuelle itu film apa). Jago nyanyi, main gitar dan seneng fotografi. Akhirnya lulus kuliah walaupun molor. Dosen pembimbing skripsinya punya nama unik : Sukonto Legowo. Yang selalu diberi peringatan : bacanya jangan disambung.
Genta, cowok yang selalu mentingin orang lain daripada dirinya sendiri. Punya karakteristik seorang pemimpin. Sebenernya berkacamata, tapi jarang dipake. Termasuk jack of all trade soalnya tau tentang segala hal. Hal itu yang bikin tiap orang di lingkaran sahabat ini merasa nyaman berada di deket Genta. Punya usaha event organizer yang tampaknya cukup sukses. Usahanya juga sering ngelibatin temen-temennya. Sayangnya punya pengalaman buruk yang cuma diketahuin sama Arial.
Terus ada 2 orang cewek dan 1 bapak-bapak yang jadi pemeran pembantu. Dinda, Indy sama Sukonto Legowo (inget, bacanya jangan disambung). Dinda itu adiknya Arial. Versi cewek dari Arial. Cantik, dan ditaksir sama Zafran. Terus ada Indy, cewek yang ketemu Arial pas fitness. Cantik juga, naksir sama Arial tapi agak-agak ragu soalnya Arial kalo ngomong sering pelit kata. Sukonto Legowo itu seperti yang udah gue tulis di deskripsi Ian, dosen pembimbing skripsi yang kalo ngomong sama Ian (khusus cuma sama Ian) selalu ada jeda tiap katanya.
Dari 5 tokoh utama, cuma Arial dan Ian yang terlihat perkembangan pribadinya. Dari 5 tokoh utama, cuma Riani yang paling ga berbekas di kepala gue. Kedua yang paling ga berbekas itu Genta. Entahlah, Arial, Ian dan Zafran punya banyak keunikan (yang kadang-kadang komikal. Tapi itu yang membuat mereka punya karakteristik) diantara mereka berlima. Genta terlalu sedikit apalagi Riani.
Yang diceritain panjang lebar cuma Arial sama Ian. Dan dari 2 itu, yang menurut gue menarik cuma Ian. Ian dengan perjuangannya membuat skripsi, Ian yang jadi kenal lebih dengan dosennya, Ian yang akhirnya ketauan agak-agak gila karena suka ngomong sama komputernya. Sedangkan Arial ? Ceritanya tentang cinta. Datar menurut gue. Maaf saja jika gue bukan penggemar cerita cinta romantis.
Dari 3 pemeran pembantu, Dinda pengen gue tanyain keberadaannya. Soalnya bisa ikut-ikut perjalanan lima sekawan setelah ga ketemu 3 bulan itu. Jadi aneh soalnya yang punya janji untuk vakum 3 bulan terus ketemu lagi buat melakukan sesuatu yang berkesan kan cuma 5 orang. Kenapa juga bisa ada Dinda segala. Cuma buat nemenin Riani ? Penyemangat Zafran ? Buat gue, ini rada maksa.
Indy sama bapak Sukonto Legowo itu menurut gue yang paling punya arti. Masing-masing memutar roda perkembangan karakter Arial dan Ian. Cuma si bapak dosen aja yang punya karakteristik jelas dan unik. Indy terlalu biasa. Cewek cantik generik buat gue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar